Kamis, 07 November 2013

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Makalah                     : SOSIOLOGI
Dosen Pengampuh    : Dr. Rahmat Muhammad
SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN


KELOMPOK V :
AHMAD YUDITRIANTO
NENSI MENDILA
MUHAIMIN
IRWAN BAHAR
ISMI KURNIATI HARIS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI (S1)
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS FAJAR
MAKASSAR
2012


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu…
            Puji syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah swt sebab kemurahan hatinya kami bisa mengerjakan tugas ini dengan baik. Dan terima kasih banyak untuk:
 Dosen sosiologi yang sudah memberi kami tugas ini yang  dapat menambahkan pengetahuan kami tentang sosiologi khususnya tentang SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN.
 Kami anggota kelompok V yang sudah bekerja sama untuk memenuhi tugas makalah ini.
 Kami sadar bahwa tugas ini jauh dari kesempurnaan, maka kami memerlukan usul dan kritikan untuk memperbaiki dan melengkapi tugas makalah kami.



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
BAB I        SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
·       Pengertian Sosialisasi
·       Proses  Pelaksanaan Sosialisasi
·       Proses Internalisasi
·       Macam-macam Sosialisasi
·       Kepribadian
·       Media Sosialisasi
·       Metode Kajian Tentang Kepribadian Pola Sosialisasi Berbagai Masyarakat
BAB II     
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
            Di dalam kehidupan masyarakat ada nilai dan norma sosial sebagai pedoman berprilaku masyarakat agar kehidupan social menjadi tertib. Perilaku yang tidak sejalan dengan nilai dan norma sosial disebabkan oleh unsure kesengajaan karna nilai-nilai dan norma sosial dianggap sebagai ikatan yang mengurangi kebebasan perilaku, juga unsur ketidaktahuannya karna tidak tersosialisasinya sperangkat nilai-nilai dan norma sosial yang ada. Hal itu semata-mata didorong oleh keinginan masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat bertahan, sebab tanpa ketertiban sosial, maka kehidupan sosial tidak akan bertahan lama.
            Adapun proses pembentukan nilai-nilai dan norma sosial secara garis besar dibedakan menjadi 2 macam yaitu: niali-nilai dan norma sosial terbentuk secara alamiah akibat interaksi sosial juga nilai-nilai dan norma sosial terbentuk melalui unsure kesengajaan, dalam arti terbentuknya nilai-nilai dan norma sosial memang merupakan kebutuhan pada saat tertentu akibat dari berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian anggota masyarakat  
                                                                     

PENGERTIAN SOSIALISASI
          Sosialisasi adalah proses belajar atau dalam terminasi sosiologi. Manfaat sosialisasi, masyarakat dapat memahami perilaku mana yang harusnya diperbolehkan, dan yang tidak diperbolehkan. Sosialisasi selalu dimulai dari lingkungan keluarga sebagai kesatuan unit terkecil, misalnya seseorang yang lahir pada awalnya tidak mengetahui siapa dirinya, walaupun didalam dirinya terdapat potensi untuk berkembang. Potensi ini adalah kemampuan (capability), bakat (talent) yang terpendam dalam dirinya yang belum dikembangkan atau diwujudkan. Seseoarng lahir sebagai makhluk sosial yang hidup ditengah pergaulan manusia dengan tata kelakuan yang menjadi pedoman kelakuan yang baik dan yang tidak baik
            Pokok pembahasan diatas memberikan deskripsi bahwa hanya melalui proses sosialisasi saja nilai-nilai dan norma sosial (yang menjadi pedoman tata kelakuan) dapat diwariskan dan diteruskan ke antargenerasi, terlepas apakah realitas sosial yang ada mengalami perubahan atau tidak. Melalui sosialisasi para generasi masyarakat dapat belajar tentang bagaimana mereka seharusnya bertingkah laku dalam kondisi sosial tertentu ketika berhubungan dengan orang lain.
            Berikut ini adalah batasan sosialisasi yang diberikan oleh para pakar :
Ø  Charlotte Buehler, mendefinisikan sosialisasi sebagi proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cara hidup dan berfikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Ø  Peter Berger, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses dimana anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
Ø  Bruce J. Cohen, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat, untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota satu kelompok.
Ø  Karel J. Veeger, mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses belajar mengajar, melalui individu belajar menjadi anggota masyarakat, diman prosesnya tidak semata-mata mengerjakan pola-pola perilaku sosial kepada individu tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan dirinya
Ø  Robert M. Z. Lawang, sosialisasi merupakan proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial
Ø  Soerjono Soekamto, soialisasi merupakan proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat diman ia menjadi anggota.
Ø  M. Sitorus, sosialisasi merupakan proses diman seorang mempelajari pola-pola hidup dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai, norma dan kebiasaan yang berlaku untuk berkembang sebagai anggota masyarakat dan sebagai individu (pribadi).
PROSES PELAKSANAAN SOSIALISASI                                         
Dalam pelaksanaanya sosialisasi dilakukan dengan cara;
Ø  Sosialisasi Represif (represive socialization)
Merupakan sosialisasi yang didalamnya terdapat sanksi jika pihak-pihak yang tersosialisasi seperti anak atau masyarakat melakukan pelanggaran
Beberapa cirri sosialisai represif diantaranya;
·         Menghukum perilaku yang dianggap keliru
·         Hukuman dan imbalan 9punish dan reward)
·         Kepatuhan anak
·         Komunikasi sebagai perintah
·         Sosialisasi berpusat pada orang tua
·         Anak memerhatikan keinginan orang tua
·         Keluarga merupakan dominasi orang tua
Ø  Sosialisasi Partisipatif (partisipative socialization)
Merupakan sosialisasi yang berupa rancsangan tertentu agar pihak yang tersosialisasi mau melakukan suatu tindakan.. Tuhan memberikan janji surge bagi yang mau patuh dan memberrikan ancaman neraka bagi yang melanggarnya.
1.Memberikan imbalan bagi perilaku yang baik
2.Hukuman dan imbalan simbolis
3. Otonomi pihak yang disosialisasi
4.Komunikasi sebagai interaksi
5.Sosialisasi berpusat pada alat
6.Orang tua memerhatikan keinginan anak
7.Keluarga merupakan kerjasama kearah tujuan
PROSES INTERNALISASI
Merupakan proses yang dilakukan oleh pihak yangt tengah menerima proses sosialisasi.Proses internalisasi sendiri sebenarnya telah terjadi sejak anak-anak dilahirkan dari kandungan ibunya.Pada saat itu ia mulai mencerna atau memahami gejala-gejala kehidupan yang ada disekitarnya melalui proses informal yang tanpa disengaja.Proses internali8sasi pada anak-anak dapat diidentifikasi melalui gejala berikut ini;
Bayi manusia sebenarnya telah mengenal dan merasakan adanya berbagai hajat hidup seperti kebutuhan akan makan,air,kehangatan,dsb yang semuanya harus dipenuhi.Kedekatan sang anak kepada sang ibu ini yang menyebabkan seorang anak akhirnya memiliki hubunngan emosional tersendiri dengan ibunya  yang kemudian menginternalisasi tingkah laku ibunya yang berangsur-angsur ia menyadari bahwa sikap dan perilaku ibunya harus direspon olehnya dengan bentuk sikap dan perilaku yang berbeda.Selain proses pembedaan tersdebut sang anak juga mengintegrasikan peran masing-masing orang yang ada di dalam keluarganya,seperti peran ibu,ayah,kakak,dsb dalam satu kesatuan yang fungsional.Pada fase berikutnya sang anak mengindentifikasikan peran orang-orang yang lebih kuat yaitu masyarakat
Denngan mengetahui peran tersebut pada akhirnya dia akan mengetahu tingkah laku mana yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.Artinya jika tindakan yang dilakukan diterima oleh masyarakat,maka hal ini berarrti tingkah laku yang diperbolehkan.Sebaliknya,jika tiondakan dan tingkah laku ini ditolak oleh masyarakat,maka itu berarti tingkah laku tersebut tidak diperbolehkan.

MACAM-MACAM SOSIALISASI
Ada dua macam sosialisasi menurut Robert Lawang yaitu;
·         Sosialisasi primer yaitu proses sosialisai yang terjadi pada saat usia seseorang masih balita.
·         Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi yang berlanngsung setelah sosialisasi primer,yaitu semenjak usia 4 tahun hingga selama hidupnya
Dalam proses ini, seorang individu akan memperoleh berbagai pengalaman dari lingkungan sosial yang bisa saja terdapat perbedaan bentuk atau pola-pola kelakuan yang ada diantara lingkungan sosial dan keluarga.
Koetjoronigrat menyebut sosialisasi sebagai proses elkulturasi (pembudayaan)
Pembudayaan diartikan seorang individu mempelajari dan menyesuaikan dirinya dengan alam pemikiran dan menyesuaikan sikapnya dengan adat istiadat,system sosial,nilai norma dan aturan hidup dalam budayanya.Proses inni oleh koetjoronigrat disebut sosialisasi budaya atau proses pewarisan budaya.Dengan demikian,ekulturasi merupakan proses pengenalan diri seseorang dengan budaya yang berlaku di dalam lingkungan sosialnya.
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan budi pekerti sosial tertentu ttermasuk diantaranya meliputi perasaan,kehendak,pikiran,sikap dan tingkah laku yang terbuka atau perbuatan.Dalam konteks kajian sosiologi,kepribadian dipelajari di dalam hubungannya dengan permasalahan yang berrhubungan dengan bagaimana dan sejauh mana kelompok masyarakat memengaruhi,mengembangkan dan mengubah kepribadian seseorang.
Beberapa pakar sosiologi yang memberikan batasan tentang kepribadian yang beragam,akan tetapi secara substansial terhadap titik kesamaan. Bentuk pengertian tersbut diantaranya;
·         M. NEWCOMB menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya.
·         ROUCEK DAN WARREN mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi faktor-faktor biologis,psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu.
·         M.A.W BROWER mendefinisikan kepribadian sebagai corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan,dorongan,keinginan,opini,dan sikap-sikap seseorang.
·         Yinger mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
·         CUBER mendefinisikan kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat seseorang.
Dari berbagai batasan tentang kepribadian dapat disimpulkan bahwa pengertian kepribadian mencakup 3 hal yaitu;
·         Merupakan abstraksi dari pola perilaku manusia
·         Merupakan cirri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
·         Mencakup kebiasaan,sikap,nilai-nilai sifat yang khas apabila seseorang berhubungan dengan orang lain.
MEDIA SOSIALISASI
Lembaga sosial adalah alat yang berguna untuk melakukan serangkaian peran menanamkan nilai-nilai dan norma-norma sosial.Antara lembaga sosial satu dengan lembaga sosial lainnya dalam kehidupan sosial tidaklah berdiri sendiri,melainkan saling terkait dalm jaringan system yang sering disebut dengan istilah system sosial.Lembaga-lembaga yang saling berhubungan tersebut memerankan sebagai agen sosialisasi atau media sosialisai.Beberapa agen sosialisasi dalam sosiologi yaitu;
·         Keluarga adalah institusi yang paling penting pengaruhnya terhadap proses sosialisasi.
·         Kelompok merupakan struktur masyarakat yang menghasilkan kepribadian anggota-anggota  yang berbeda.
·         Lingkungan Pendidikan adalah lembaga yang diciptakan oleh pemerintah untuk mendidik anak-anak sebagai langkah untuk mempersiapkan potensi anak dalam rangka membangun negara.
·         Keagamaan adalah salah satu lembaga sosial yang didalamnya terdapat norma-norma yang harus dipatuhi
·         Lingkungan sosial adalah tempat atau suasana dimana sekelompok orang merasa sebagai anggotanya,seperti lingkungan kerja.
·         Media massa merupakan alat atau informasi untuk memberikan atau menyebarluaskan informasi dari berbagai kebijakan pemerintah dan berbagai kebijakan public lainnya.
METODE KAJIAN TENTANG KEPRIBADIAN DAN POLA SOSIALISASI BERBAGAI MASYARAKAT
Gambaran tentang watak kolektif atau kepribadian umum yang melekat di dalam kehidupan suatu bangsa pada dasarnya diperoleh dari pengalaman pergaulan antara individu di dalam masyarakat.Seorang pakar psikologi A. Kardiner dan pakar Antropology,Ralp Linton membuat kesimpulan dari hasil penelitiannya bahwa unsure-unsur kepribadian yang dimilikki oleh sebagian besar individu atau masyarakat kebanyakan dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan melalui proses sosialisasi dan enkulturasi. Keperibadian individu yang terbentuik dari hasil proses sosialisasi di dalam diri setiap individu bisa saja bertentangan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya sebagai akibat dari perbedaan kebudayaan dan adadt istiadat yang berlaku didalam masing-masing masyarakat. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan sangat berpengaruh besar terhadap prilaku maupun pembentukan watak kepribadian seseorang.
Beberapa type kebudayaan pokok yang kenyataannya memengaruhi bentuk kepribadian diantaranya:
1.      Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
2.      Cara hidup masyarakat kota dan cara hidup masyarakat pedesaan
3.      Kebudayaan khusus kelas sosial
4.      Kebudaan khusus atas dasar agama
5.      Pekerjaan atau keahlian juga member pengaruh yang besar terhadap kepribadian seseorang.
    
PENUTUP
            Dengan demikian, sosialisasi dan pembentukan kepribadian tidak terwujud dengan sendirinya (secara adikodrati). Adanya sosialisasi dan pembentukan dan kepribadian diusahakan melalui :
1.      Melakukan transfer nilai-nilai dan norma sosial melalui proses sosialisasi kepada masing-masing individu warga masyarakat, sebab melalui proses sosialisasi ini nilai-nilai dan norma sosial dapat ditanamkan ke dalam keyakinan tiap-tiap individu warga masyarakat
2.      Melakukan control sosial, yaitu sarana-sarana pemaksa (sanksi) yang dilaksanakan dengan menggunakan kekuatan fisik atau psikis jika proses sosialisasi yang dilaksanakan tidak menghasilkan dampak ketertiban sebagaimana yang diharapkan dalam kehidupan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Setiadi, Elly M.,Kolip, Usman.(2010) “Pengantar Sosiologi. Jakarta:Kencana.











1 komentar: