Makalah : SOSIOLOGI
Dosen
Pengampuh : Dr. Rahmat Muhammad
KELOMPOK
V :
AHMAD YUDITRIANTO
NENSI MENDILA
MUHAIMIN
IRWAN BAHAR
ISMI KURNIATI HARIS
PROGRAM
STUDI AKUNTANSI (S1)
FAKULTAS
EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
FAJAR
MAKASSAR
2012
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Warohmatullohi Wabarokatu…
Puji
syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah swt sebab kemurahan hatinya kami
bisa mengerjakan tugas ini dengan baik. Dan terima kasih banyak untuk:
Dosen sosiologi yang sudah memberi kami tugas
ini yang dapat menambahkan pengetahuan
kami tentang sosiologi khususnya tentang SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN
KEPRIBADIAN.
Kami anggota kelompok V yang sudah bekerja
sama untuk memenuhi tugas makalah ini.
Kami sadar bahwa tugas ini jauh dari
kesempurnaan, maka kami memerlukan usul dan kritikan untuk memperbaiki dan
melengkapi tugas makalah kami.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
BAB I SOSIALISASI DAN
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
· Pengertian Sosialisasi
· Proses Pelaksanaan Sosialisasi
· Proses Internalisasi
· Macam-macam Sosialisasi
· Kepribadian
· Media Sosialisasi
· Metode Kajian Tentang
Kepribadian Pola Sosialisasi Berbagai Masyarakat
BAB II
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Di dalam kehidupan masyarakat ada
nilai dan norma sosial sebagai pedoman berprilaku masyarakat agar kehidupan
social menjadi tertib. Perilaku yang tidak sejalan dengan nilai dan norma
sosial disebabkan oleh unsure kesengajaan karna nilai-nilai dan norma sosial
dianggap sebagai ikatan yang mengurangi kebebasan perilaku, juga unsur
ketidaktahuannya karna tidak tersosialisasinya sperangkat nilai-nilai dan norma
sosial yang ada. Hal itu semata-mata didorong oleh keinginan masyarakat agar
kelangsungan hidupnya dapat bertahan, sebab tanpa ketertiban sosial, maka
kehidupan sosial tidak akan bertahan lama.
Adapun proses pembentukan
nilai-nilai dan norma sosial secara garis besar dibedakan menjadi 2 macam
yaitu: niali-nilai dan norma sosial terbentuk secara alamiah akibat interaksi
sosial juga nilai-nilai dan norma sosial terbentuk melalui unsure kesengajaan,
dalam arti terbentuknya nilai-nilai dan norma sosial memang merupakan kebutuhan
pada saat tertentu akibat dari berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh
sebagian anggota masyarakat
PENGERTIAN
SOSIALISASI
Sosialisasi
adalah proses belajar atau dalam terminasi sosiologi. Manfaat sosialisasi,
masyarakat dapat memahami perilaku mana yang harusnya diperbolehkan, dan yang
tidak diperbolehkan. Sosialisasi selalu dimulai dari lingkungan keluarga
sebagai kesatuan unit terkecil, misalnya seseorang yang lahir pada awalnya
tidak mengetahui siapa dirinya, walaupun didalam dirinya terdapat potensi untuk
berkembang. Potensi ini adalah kemampuan (capability), bakat (talent) yang
terpendam dalam dirinya yang belum dikembangkan atau diwujudkan. Seseoarng
lahir sebagai makhluk sosial yang hidup ditengah pergaulan manusia dengan tata
kelakuan yang menjadi pedoman kelakuan yang baik dan yang tidak baik
Pokok pembahasan diatas memberikan deskripsi bahwa hanya
melalui proses sosialisasi saja nilai-nilai dan norma sosial (yang menjadi
pedoman tata kelakuan) dapat diwariskan dan diteruskan ke antargenerasi,
terlepas apakah realitas sosial yang ada mengalami perubahan atau tidak.
Melalui sosialisasi para generasi masyarakat dapat belajar tentang bagaimana
mereka seharusnya bertingkah laku dalam kondisi sosial tertentu ketika
berhubungan dengan orang lain.
Berikut ini adalah batasan sosialisasi yang diberikan
oleh para pakar :
Ø Charlotte
Buehler, mendefinisikan sosialisasi sebagi proses yang membantu
individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cara hidup dan
berfikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Ø Peter
Berger, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses dimana anak belajar menjadi
seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
Ø Bruce
J. Cohen, mendefinisikan sosialisasi sebagai proses-proses manusia mempelajari
tata cara kehidupan dalam masyarakat, untuk memperoleh kepribadian dan
membangun kapasitas agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai
anggota satu kelompok.
Ø Karel
J. Veeger, mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses belajar mengajar,
melalui individu belajar menjadi anggota masyarakat, diman prosesnya tidak
semata-mata mengerjakan pola-pola perilaku sosial kepada individu tetapi juga
individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan
dirinya
Ø Robert
M. Z. Lawang, sosialisasi merupakan proses mempelajari norma, nilai, peran, dan
semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang
efektif dalam kehidupan sosial
Ø Soerjono
Soekamto, soialisasi merupakan proses dimana anggota masyarakat yang baru
mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat diman ia menjadi anggota.
Ø M.
Sitorus, sosialisasi merupakan proses diman seorang mempelajari pola-pola hidup
dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai, norma dan kebiasaan yang berlaku
untuk berkembang sebagai anggota masyarakat dan sebagai individu (pribadi).
PROSES
PELAKSANAAN SOSIALISASI
Dalam pelaksanaanya
sosialisasi dilakukan dengan cara;
Ø Sosialisasi
Represif (represive socialization)
Merupakan
sosialisasi yang didalamnya terdapat sanksi jika pihak-pihak yang
tersosialisasi seperti anak atau masyarakat melakukan pelanggaran
Beberapa
cirri sosialisai represif diantaranya;
·
Menghukum perilaku yang dianggap keliru
·
Hukuman dan imbalan 9punish dan reward)
·
Kepatuhan anak
·
Komunikasi sebagai perintah
·
Sosialisasi berpusat pada orang tua
·
Anak memerhatikan keinginan orang tua
·
Keluarga merupakan dominasi orang tua
Ø Sosialisasi
Partisipatif (partisipative socialization)
Merupakan
sosialisasi yang berupa rancsangan tertentu agar pihak yang tersosialisasi mau
melakukan suatu tindakan.. Tuhan memberikan janji surge bagi yang mau patuh dan
memberrikan ancaman neraka bagi yang melanggarnya.
1.Memberikan
imbalan bagi perilaku yang baik
2.Hukuman
dan imbalan simbolis
3.
Otonomi pihak yang disosialisasi
4.Komunikasi
sebagai interaksi
5.Sosialisasi
berpusat pada alat
6.Orang
tua memerhatikan keinginan anak
7.Keluarga
merupakan kerjasama kearah tujuan
PROSES INTERNALISASI
Merupakan
proses yang dilakukan oleh pihak yangt tengah menerima proses
sosialisasi.Proses internalisasi sendiri sebenarnya telah terjadi sejak
anak-anak dilahirkan dari kandungan ibunya.Pada saat itu ia mulai mencerna atau
memahami gejala-gejala kehidupan yang ada disekitarnya melalui proses informal
yang tanpa disengaja.Proses internali8sasi pada anak-anak dapat diidentifikasi
melalui gejala berikut ini;
Bayi
manusia sebenarnya telah mengenal dan merasakan adanya berbagai hajat hidup
seperti kebutuhan akan makan,air,kehangatan,dsb yang semuanya harus
dipenuhi.Kedekatan sang anak kepada sang ibu ini yang menyebabkan seorang anak
akhirnya memiliki hubunngan emosional tersendiri dengan ibunya yang kemudian menginternalisasi tingkah laku
ibunya yang berangsur-angsur ia menyadari bahwa sikap dan perilaku ibunya harus
direspon olehnya dengan bentuk sikap dan perilaku yang berbeda.Selain proses
pembedaan tersdebut sang anak juga mengintegrasikan peran masing-masing orang
yang ada di dalam keluarganya,seperti peran ibu,ayah,kakak,dsb dalam satu
kesatuan yang fungsional.Pada fase berikutnya sang anak mengindentifikasikan
peran orang-orang yang lebih kuat yaitu masyarakat
Denngan
mengetahui peran tersebut pada akhirnya dia akan mengetahu tingkah laku mana
yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.Artinya jika tindakan yang
dilakukan diterima oleh masyarakat,maka hal ini berarrti tingkah laku yang diperbolehkan.Sebaliknya,jika
tiondakan dan tingkah laku ini ditolak oleh masyarakat,maka itu berarti tingkah
laku tersebut tidak diperbolehkan.
MACAM-MACAM
SOSIALISASI
Ada
dua macam sosialisasi menurut Robert Lawang yaitu;
·
Sosialisasi primer yaitu proses sosialisai
yang terjadi pada saat usia seseorang masih balita.
·
Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi
yang berlanngsung setelah sosialisasi primer,yaitu semenjak usia 4 tahun hingga
selama hidupnya
Dalam
proses ini, seorang individu akan memperoleh berbagai pengalaman dari
lingkungan sosial yang bisa saja terdapat perbedaan bentuk atau pola-pola
kelakuan yang ada diantara lingkungan sosial dan keluarga.
Koetjoronigrat
menyebut sosialisasi sebagai proses elkulturasi (pembudayaan)
Pembudayaan
diartikan seorang individu mempelajari dan menyesuaikan dirinya dengan alam
pemikiran dan menyesuaikan sikapnya dengan adat istiadat,system sosial,nilai
norma dan aturan hidup dalam budayanya.Proses inni oleh koetjoronigrat disebut
sosialisasi budaya atau proses pewarisan budaya.Dengan demikian,ekulturasi
merupakan proses pengenalan diri seseorang dengan budaya yang berlaku di dalam
lingkungan sosialnya.
KEPRIBADIAN
(PERSONALITY)
Kepribadian
merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan budi pekerti
sosial tertentu ttermasuk diantaranya meliputi perasaan,kehendak,pikiran,sikap
dan tingkah laku yang terbuka atau perbuatan.Dalam konteks kajian
sosiologi,kepribadian dipelajari di dalam hubungannya dengan permasalahan yang
berrhubungan dengan bagaimana dan sejauh mana kelompok masyarakat
memengaruhi,mengembangkan dan mengubah kepribadian seseorang.
Beberapa
pakar sosiologi yang memberikan batasan tentang kepribadian yang beragam,akan
tetapi secara substansial terhadap titik kesamaan. Bentuk pengertian tersbut
diantaranya;
·
M. NEWCOMB menyatakan bahwa kepribadian
adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang
dari perilakunya.
·
ROUCEK DAN WARREN mendefinisikan
kepribadian sebagai organisasi faktor-faktor biologis,psikologis dan sosiologis
yang mendasari perilaku seorang individu.
·
M.A.W BROWER mendefinisikan kepribadian
sebagai corak tingkah laku sosial yang meliputi corak
kekuatan,dorongan,keinginan,opini,dan sikap-sikap seseorang.
·
Yinger mendefinisikan kepribadian sebagai
keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu
yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
·
CUBER mendefinisikan kepribadian adalah
gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat seseorang.
Dari
berbagai batasan tentang kepribadian dapat disimpulkan bahwa pengertian
kepribadian mencakup 3 hal yaitu;
·
Merupakan abstraksi dari pola perilaku
manusia
·
Merupakan cirri-ciri watak yang khas dan
konsisten sebagai identitas seorang individu
·
Mencakup kebiasaan,sikap,nilai-nilai
sifat yang khas apabila seseorang berhubungan dengan orang lain.
MEDIA
SOSIALISASI
Lembaga
sosial adalah alat yang berguna untuk melakukan serangkaian peran menanamkan
nilai-nilai dan norma-norma sosial.Antara lembaga sosial satu dengan lembaga
sosial lainnya dalam kehidupan sosial tidaklah berdiri sendiri,melainkan saling
terkait dalm jaringan system yang sering disebut dengan istilah system
sosial.Lembaga-lembaga yang saling berhubungan tersebut memerankan sebagai agen
sosialisasi atau media sosialisai.Beberapa agen sosialisasi dalam sosiologi
yaitu;
·
Keluarga adalah institusi yang paling
penting pengaruhnya terhadap proses sosialisasi.
·
Kelompok merupakan struktur masyarakat
yang menghasilkan kepribadian anggota-anggota
yang berbeda.
·
Lingkungan Pendidikan adalah lembaga
yang diciptakan oleh pemerintah untuk mendidik anak-anak sebagai langkah untuk
mempersiapkan potensi anak dalam rangka membangun negara.
·
Keagamaan adalah salah satu lembaga
sosial yang didalamnya terdapat norma-norma yang harus dipatuhi
·
Lingkungan sosial adalah tempat atau
suasana dimana sekelompok orang merasa sebagai anggotanya,seperti lingkungan
kerja.
·
Media massa merupakan alat atau
informasi untuk memberikan atau menyebarluaskan informasi dari berbagai
kebijakan pemerintah dan berbagai kebijakan public lainnya.
METODE
KAJIAN TENTANG KEPRIBADIAN DAN POLA SOSIALISASI BERBAGAI MASYARAKAT
Gambaran
tentang watak kolektif atau kepribadian umum yang melekat di dalam kehidupan
suatu bangsa pada dasarnya diperoleh dari pengalaman pergaulan antara individu
di dalam masyarakat.Seorang pakar psikologi A. Kardiner dan pakar
Antropology,Ralp Linton membuat kesimpulan dari hasil penelitiannya bahwa
unsure-unsur kepribadian yang dimilikki oleh sebagian besar individu atau
masyarakat kebanyakan dipengaruhi oleh lingkungan kebudayaan melalui proses
sosialisasi dan enkulturasi. Keperibadian individu yang terbentuik dari hasil
proses sosialisasi di dalam diri setiap individu bisa saja bertentangan antara
masyarakat satu dengan masyarakat lainnya sebagai akibat dari perbedaan
kebudayaan dan adadt istiadat yang berlaku didalam masing-masing masyarakat.
Hal ini merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan sangat berpengaruh besar
terhadap prilaku maupun pembentukan watak kepribadian seseorang.
Beberapa
type kebudayaan pokok yang kenyataannya memengaruhi bentuk kepribadian
diantaranya:
1.
Kebudayaan khusus atas dasar faktor
kedaerahan
2.
Cara hidup masyarakat kota dan cara
hidup masyarakat pedesaan
3.
Kebudayaan khusus kelas sosial
4.
Kebudaan khusus atas dasar agama
5.
Pekerjaan atau keahlian juga member
pengaruh yang besar terhadap kepribadian seseorang.
PENUTUP
Dengan demikian, sosialisasi dan pembentukan kepribadian
tidak terwujud dengan sendirinya (secara adikodrati). Adanya sosialisasi dan
pembentukan dan kepribadian diusahakan melalui :
1. Melakukan
transfer nilai-nilai dan norma sosial melalui proses sosialisasi kepada
masing-masing individu warga masyarakat, sebab melalui proses sosialisasi ini
nilai-nilai dan norma sosial dapat ditanamkan ke dalam keyakinan tiap-tiap
individu warga masyarakat
2. Melakukan
control sosial, yaitu sarana-sarana pemaksa (sanksi) yang dilaksanakan dengan
menggunakan kekuatan fisik atau psikis jika proses sosialisasi yang
dilaksanakan tidak menghasilkan dampak ketertiban sebagaimana yang diharapkan
dalam kehidupan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Setiadi, Elly M.,Kolip,
Usman.(2010) “Pengantar Sosiologi”.
Jakarta:Kencana.

Makasih yaa.
BalasHapus