MAKALAH
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK
5 :
Irwan Bahar
Sulpikardin Saipulhaq
Sitti Radia
Melania Sanda Lembang
Rahmawati
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Ketika seorang wirausahawan sudah memutuskan
untuk meluncurkan usahanya, salah satu dari beberapa masalah awal yang
dihadapinya adalah memilih bentuk kepemilikan. Sering kali para wirausahawan tidak
cukup banyak meluangkan waktu dan usaha untuk mengevaluasi dampak dari berbagai
jenis bentuk kepemilikan atas diri mereka dan usahanya. Mereka hanya memilih begitu
saja salah satu bentuk kepemilikan berdasarkan kebiasaan atau memiliki bentuk-bentuk
yang paling banyak digunakan dalam waktu tersebut. Memilih suatu bentuk kepemilikan
adalah hal yang penting karena ini adalah keputusan yang memilki pengaruh jangka
panjang bagi seorang wirausahawan mau pun usahanya. Dalam banyak kejadian,
mengubah suatu usaha dari salah satu bentuk kepemilikan kebentuk yang lain akan
memicu berbagai konsekuensi pajak yang memberatkan bagi para pemilk. Oleh karena
itu, para wirausahawan harus bertindak dengan benar sejak awal. Bentuk kepemilikan
yang terbaik untuk seorang wirausahawan mungkin sama sekali tidak sesuai untuk wirausahawan
lainnya. Memilih bentuk kepemilikan yang “benar” berarti para wirausahawan harus
memahami berbagai karakteristik dari tiap bentuk tersebut dan seberapa jauh karakteristik
tersebut sesuai untuk usaha mereka dan kondisi personal mereka. Hanya dengan cara
itu seorang wirausahawan dapat membuat keputusan yang bijak mengenai suatu kepemilikan.
1.2 Permasalahan
Beberapa persoalan terpenting yang harus diperkirakan oleh para
wirausahawan sebelum mereka mengevaluasi usaha tersebut yaitu :
a. Apakah keuntungan dan kerugian dari kepemilikan
perseorangan, persekutuan, dan korporasi ?
b. Bagaimana pengaruh bentuk kepemilikan
bisnis yang mereka pilih atas bentuk kepemilikan usahanya ?
c. Apa metode-metode yang dapat mereka gunakan
untuk memperoleh kepemilikan atas bisnis-bisnis yang sudah berjalan ?
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah bagaimana cara kita mengetahui seberapa
besar dan seberapa menguntungkannya usaha yang akan dipilih, bagaimana menyelesaikan
permasalahan usaha yang dihadapi dan bagaimana memilih bentuk kepemilikan usaha
tersebut .
1.4 Manfaat
Penulisan
Diharapkan dapat memberikan informasi kepada mahasiswa untuk kedepannya
yang ingin memulai suatu bisnis bahwa terdapat
beberapa bentuk kepemilikan usaha yang dapat di tempuh, serta memberikan pengetahuan
tentang keuntungan maupun kerugian dari masing-masing bentuk kepemilikan usaha.
BAB II
Permasalahan
Bagaimana anda membentuk bisnis anda dapat
membuat perbedaan besar dalam keberhasilan jangka panjang. Anda dapat membentuk
sebuah bisnis dengan salah satu dari beberapa cara . Tiga bentuk utama dari kepemilikan
bisnis, antara lain
a. Perusahaan kepemilikan tunggal
b. Perusahaan rekanan
c. Korporasi
A. Perusahaan Kepemilikan Tunggal
Perusahaan
kepemilikan tunggal adalah jenis bisnis yang dimiliki,
dan biasanya di kelola oleh satu orang saja.
dan biasanya di kelola oleh satu orang saja.
Keuntungan dari perusahaan kepemilikan tunggal adalah jenis bisnis
yang termudah untuk anda jelajahi dalam pencarian akan karir yang menarik,
keuntungan lainnya yaitu:
·
Kemudahan
untuk memulai dan mengakhiri bisnis tersebut
·
Menjadi
atasan anda sendiri
·
Kebanggaan
atas kepemilikan
·
Meninggalkan
warisan
·
Kepemilikan
atas laba perusahaan
·
Tidak
ada pajak khusus
Kerugian perusahaan kepemilikan tunggal terdapat kerugian-kerugian
lainnya untuk memliki bisnis anda sendiri :
·
Kewajiban
tidak terbatas, adanya resiko kerugian pribadi
·
Sumber
daya financial yang terbatas
·
Kesulitan
manajemen
·
Komitmen
waktu yang besar
·
Tunjangan
sampingan
·
Pertumbuhan
yang terbatas
·
Rentang
hidup yang terbatas
B. Perusahaan Rekanan
Perusahaan rekanan adalah suatu bentuk legal bisnis dengan dua
pemilik atau lebih. Ada beberapa jenis rekanan :
Ø Perusahaan rekanan umum
Ø Perusahaan rekanan terbatas
Ø Perusahaan rekanan khusus
Keuntungan perusahaan rekanan
Terdapat banyak keuntungan dalam memiliki
satu rekanan atau lebih dalam bisnis. Perusahaan rekanan biasanya mempunyai keuntungan
sebagai berikut:
·
Lebih
banyak sumber finansial
·
Manajemen
bersama dan keterampilan dan pengetahuan gabungan/komplementer
·
Kemampuan
bertahan hidup lebih lama
·
Tidak
ada pajak khusus
Kerugian perusahaan rekanan
Terdapat beberapa kerugian perusahaan
rekanan, yaitu :
·
Kewajiban
tidak terbatas
·
Pembagian
laba
·
Perselisihan
antara rekanan
·
Kesulitan
untuk berhenti
C. Korporasi
Korporasi adalah entitas legal berizin negara bagian dengan otoritas
untuk bertindak dan mempunyai kewajiban terpisah dari para pemiliknya (pemilik korporas
iadalah para pemegang sahamnya).
Keuntungan korporasi
Terdapat beberapa keuntungan korporasi, yaitu:
·
Kewajiban
yang terbatas
·
Lebih
banyak uang untuk investasi
·
Ukuran
·
Hidup
terus-menerus
·
Kemudahan
dalam perubahan kepemilikan
·
Kemudahan
untuk menarik karyawan yang berbakat
·
Pemisahan
kepemilikan dalam manajemen
Kerugian korporasi
Terdapat beberapa kerugian korporasi,
yaitu:
·
Pekerjaan
surat menyurat yang ekstensif
·
Pemajakan
ganda
·
Dua
pengembalian pajak
·
Ukuran
·
Kesulitan
untuk mengakhiri
·
Kemungkinan
konflik antara pemegang saham dan dewan direktur
·
Biaya
awal
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
1. Setiap usaha yang akan didirikan memiliki
kerugian dan keuntungan masing-masing.
2. Pengaruhnya adalah tergantung dari
orang yang menjalankan bisnis tersebut. Jika dia menjalankan bisnisnya dengan baik
otomatis hasilnya juga positif dan begitu pun sebaliknya.
3. Metode-metode yang harus digunakan adalah
sebagai berikut :
a.
Perusahaan
kepemilikan tunggal
b.
Perusahaan
rekanan
c.
Korporasi
3.2 Saran
Setelah kelompok kami berdiskusi , kami menyaran kan untuk mengambil ketiga
bentuk kepemilikan usaha tersebut karena bentuk kepemilikan tunggal, rekanan maupun
korporasi sama-sama memilki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tergantung dari
kita bagaimana menjalankan bisnis tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Nickels.,
William .G. McHugh., James M & McHugh,. Susan M. (2009). Pengantar Bisnis. Jakarta: Salemba Empat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar